Social Ethics Questions
Dear all, here are the questions for Global Ethics Reading assigment. Please answer these question broadly and deeply:
1). how can the different partial ethics such as religious ethics becoming a global ethics?
2). Why our today world needs a sort of global ethics?
3). How the global ethics play role in overcoming conflict around the globe?
July 1st, 2009 at 6:25 pm
Nama : Grace Mega Melatunan
NIM : 712005076
Tugas Etika Sosial: “Etika Global”
Bagaimana mungkin etika parsial yang berbeda seperti contoh etika religius/agama dapat menjadi suatu etika global..?
Agama-agama memang tidak bisa memecahkan masalah lingkungan, ekonomi, politik, sosial yang terjadi secara global, namun agama dapat melakukan perubahan orientasi batin, keutuhan mentalitas hati manusia, dan konversi dari jalan yang salah kepada orientasi kehidupan yang baru. Kekuatan spiritual agama-agama dapat menawarkan makna fundamental akan kepercayaan, landasan makna, standar ultim, dan rumah spiritual. Lebih dari pada itu ada sebuah prinsip dalam banyak tradisi keagamaan yang seyogyanya mengingatkan adanya suatu norma etik yang tidak bisa diganggu gugat dan berlaku universal, tidak membelenggu atau merantai, namun membantu dan mendorong orang-orang untuk menemukan dan merealisasikan kembali arah, orientasi dan makna suatu kehidupan. “apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan kepadamu, jangan lakukan pada orang lain” suatu prinsip yang dapat berlaku secara universal bagi semua wilayah kehidupan, keluarga dan komunitas, ras, bangsa dan agama-agama. Alasan inilah mengapa etika agama dapat menjadi suatu etika global. Lebih daripada itu, etik global bersandar bahwa agama-gama sendiri adalah sebuah fenomena global, oleh sebab itu, dengan sendirinya berhubungan dengan agama brarti berhubungan juga dengan sebuah fenomena yang bersifat global. Globalisasi agama bukan hanya disebabkan karena para pemeluknya ada di setiap penjuru bumi, tetapi karena agama-agama itu sendiri telah menularkan, menggarami, menanamkan nilai, bagi pemeluknya. Maka secara tidak langsung, agama-agamalah yang melandasi kehidupan semua orang di muka bumi ini.
Mengapa dunia kita saat ini memerlukan sejenis etika global..?
Karena dunia kita sedang mengalami krisis fundamental, yakni krisis ekonomi, ekologi, politik, sosial yang terjadi secara global; tidak ada visi yang mendasar sebagai acuan untuk mengambil tindakan dalam melakukan suatu perubahan, sehingga banyak persoalan yang tidak terpecahkan dan terselesaikan; adanya kelumpuhan politik, kepemimpin politik yang lemah, serta minimnya nilai rasa bagi kesejahteraan bersama; banyaknya pengangguran, kemiskinan, yang berakibat pada meningkatnya tingkat kelaparan; terjadi berbagai ketegangan baik antar jenis kelamin maupun antar generasi; tidak ada kedamaian karena masyarakat hidup dalam berbagai konflik baik konflik sosial, ras, dan etnis; bahkan dalam bidang keagamaan, banyak pemimpin dan umat dari agama-agama menghasut adanya konflik sehingga terjadi penyerangan, adanya fanatisme yang kemudian dapat melahirkan kebencian. Dengan keadaan dunia yang seperti inilah, dimana kehancuran terjadi dimana-mana, tidak adanya kedamaian dalam menata bumi ini, maka disinilah suatu etik dalam ajaran-ajaran agama-agama dunia diharapkan bisa digunakan untuk menanggulangi bahaya global ini. Tentu saja etik tersebut tidak memberikan solusi langsung bagi semua persoalan dunia yang luas ini, namun ia memberikan dasar moral bagi tatanan individu maupun global yang lebih baik. Sebuah visi yang dapat menjauhkan perempuan dan laki-laki dari keputusasaan, serta menjauhkan masyarakat dari kekacauan. Dalam situasi global yang dramatis seperti ini, umat manusia memerlukan visi tentang kehidupan bersama secara damai, tentang kebersamaan di antara berbagai kelompok agama dan wilayah bagi perawatan bumi. Sebuah visi yang didasarkan pada harapan, tujuan, cita-cita dan standar karena apa, karena ada keyakinan tentang adanya suatu kesatuan fundamental manusia sebagai sebuah keluarga di bumi. Dalam hal ini meyakini adanya perwujudan sepenuhnya terhadap martabat pribadi manusia yang intrinsik, kebebasan yang tak boleh dihilangkan dan kesejajaran mendasar bagi semua orang, serta solidaritas diantara sesama manusia. Dari keadaan ini juga, maka perlu disusun sebuah etik yang melandasi kehidupan manusia bagi kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Suatu upaya untuk menghidupkan sumber daya moral dan spiritual dari semua kelompok agama dan etik berdasarka persoalan etik dunia.
Bagaimana etika global berperan dalam menanggulangi konflik disekitar bumi..?
Tidak bisa dipungkiri bahwa di belakang pemikiran etika global terdapat sebuah ajakan untuk melangsungkan hubungan dialogis antaragama. Tanpa dialog antaragama sulit sekali untuk bisa menyusun sebuah etik bersama antaragama. Hubungan dialogis antaragama memungkinkan munculnya sebuah pemikiran bersama dalam tataran aksi bersama. Etik adalah sebuah langkah teologis yang tidak mengarah kepada sebuah perumusan doktrin belaka, tetapi sebuah gagasan teologis yang hendak diwujudkan dalam kehidupan nyata dalam masyarakat yang multi-agama dan multi-dimensi. Etik merupakan pelaksanaan dari keyakinan-keyakinan teologis yang hendak dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Etika global berusaha membangun komitmen bersama dalam mengubah dan menyempurnakan masyarakat, termasuk di dalamnya komunitas agama-agama itu sendiri. Etika global tampil untuk mengungkapkan solidaritas yang bercorak kritis terhadap masyarakat dan komunitas agama-agama itu sendiri. Etika global berusaha memberdayakan apa yang sudah lazim bagi agama-agama dunia saat ini, lepas dari segala perbedaan tingkah laku, nilai-nilai moral dan keyakinan dasar yang ada pada masing-masing tradisi. Berusaha menghadirkan batas minimal etik yang dimiliki bersama oleh semua agama dunia. Secara tidak langsung, etika global adalah alarm yang berusaha untuk mengingatkan umat manusia diberbagai penjuru bumi kepada suatu kesadaran kembali yang dapat menjadi awal dari sebuah proses perubahan, bahwa setiap manusia dari berbagai agama, etnis di muka bumi ini harus mampu membangun bumi kepada suatu kehidupan yang lebih baik, dengan adanya saling pengertian yang lebih baik, pandangan hidup yang menguntungkan secara sosial, memberikan penghargaan bahwa masing-masing individu memiliki martabat untuk senantiasa dihargai dan dijunjung tinggi, serta kerjasama antar individu dalam mewujudkan kedamaian sehingga “bumi ini benar-benar dapat menjadi rumah kita bersama”. Komitmen untuk menjalankan hidup tanpa kekerasan dan hormat pada kehidupan, adanya kehidupan yang adil serta solidaritas antar sesama masyarakat, membangun kehidupan yang tulus dan jujur, adanya kesejajaran hak dan kerjasama antar individu (laki-laki dan perempuan). Inilah peran etika global dalam menyelamatkan dan mengubah bumi untuk menjadi lebih baik. Bumi hanya terselamatkan ketika ada kesadaran para individu maupun kehidupan publik. Bumi tidak akan pernah bisa diubah jika kesadaran individu tidak berubah terlebih dahulu…..
July 1st, 2009 at 10:02 pm
Nama : Arthasasta R. Radja Uly
Nim : 71 2005 024
Tugas Etika Sosial : Etik Global
1. How can the different partial ethics such as religious ethics becoming a global ethics?
Agama (ajaran) memiliki peran yang penting dalam hidup manusia di dunia ini. Sebenarnya agama itu memiliki peranan dalam menghadapi persoalan-persoalan dunia, dapat kita akui bahwa agama memiliki kebijaksanaan, pengalaman, penglihatan dan perasaan mengenai hidup dan dunia ini. Agama dapat menjadi arah dari hidup seorang manusia dan dunia ini menuju pada kedamaian, keadilan, dan ketertiban. Namun dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap berbagai bentuk ketidak adilan terhadapnya, agama yang sebenarnya menjadi arah dapat berbalik menjadi negatif menuju jurang kegelapan bagi manusia dan dunia ini. Agama (penganutnya) dapat menghancurkan dunia ini, menimbulkan perpecahan dan peperangan, persoalan lainnya di dunia ini. Agama (ajaran, pemimpin dan penganutnya) dapat menjadi suatu etik global, asalkan dalam diri agama tersebut telah tumbuh kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, agama tersebut memiliki solodaritas dan mau bekerja sama dengan agama lain, tidak lagi menekankan pada doktrin dan bukan untuk mendominasi agama lain, bukan pula untuk melaksanakan misi agamanya sendiri tetapi ia dapat menjadi etik global ketika kepentingan bersama diutamakan yakni kedamaian, keadilan, ketentraman dalam dunia ini, dengan melaksanakan kasih, pengampunan, kebaikan, ketulusan dan sebagainya.
2. Why our today world needs a sort of global ethics?
Krisis Global yang terjadi baik sejak dahulu kala hingga sekarang ini seperti persoalan-kejahatan bersifat ekonomi, politik, sosial, budaya, agama, ekologi dan sebagainya, sudah tidak dapat lagi didiamkan. Keadaan dunia semakin memburuk. Kehidupan manusia pun berubah, kepentingan diri sendiri, ketamakan, kebencian, ketakutan, kecemasan dan lain sebagainya yang nampak dalam diri manusia. Dunia diwarnai oleh tangisan para manusia yang merasa tertindas, dan tertawa licik bagi mereka yang serakah. Dunia seakan terbalik dari yang baik menjadi buruk.
Dengan keterpurukan ini, dunia membutuhkan ilmu pengetahuan dengan kebijaksanaan, teknologi yang diserati kekuatan spiritual, industri yang dibarengi dengan ekologi, dan demokrasi dengan moral. Dunia membutuhkan etik global yang dapat mengembalikan posisi dunia pada sisi kehidupan baik dan damai, dimana kesejahteraan, kebahagiam bersama itu tercipta. Aapun etik global ini merupakan knsensus fundamental tentang nilai yang mengikat, standar yang tidak bisa diganggu gugat dan sikap personal. Etik global ini menekankan pada kebersamaan dan persatuan agama-agama dalam menanggapi setiap persoalan yang terjadi di dunia ini.
Dengan etik ini, manusia dan agama-agama dapat berdiri bersama-sama menegakkan keadilan, kedamaian, kententraman bersama. Etik global ini menolong manusia dan agama-agama di dunia ini, agar dapat bertanggung jawab terhadap dunia, bertindak bijak dalam segala sesuatu, memperbaharui spiritual masing-masing, berpegang pada prinsip humanisme, dan menjauhkan sikap egois dan keserakahan diri. Dengan demikian maka dunia yang adil, tentram, sejahtera, bahagia, damai pun tercipta.
3. How the global ethics play role in overcoming conflict around the globe?
Etik global ini dapat bermain peran dalam kehidupan persatuan agama-agama di dunia ini, etik global dapat tercapai jika dalam persatuan agama-agama dunia terdapat rasa solidaritas, terlaksananya dialog antar agama yang membahas setiap permasalahan yang terjadi di dunia, bersifat universal, terbuka dan bersikap kritis terhadap masalah-masalah yang ada, serta menjunjung dan menghargai akan pluralisme agama, ras dan golongan. Etik global nampak dalam kehidupan manusia yang bertanggung jawab terhadap kehidupan dirinya dan lingkungan sekitarnya. Etik global ditandai dengan sikap kepedulian, bentuk konkret kasih yang tulus, perdamaian dan sebagainya.